Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang paling ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepemudaan. Seorang remaja kota Makah yang mempunyai nama paling harum.
Khunas binti Malik yakni ibunda Mush’ab, seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. Ia wanita yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush’ab menganut islam, tiada satu kekuatanpun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Makah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush’ab akan menganggapnya enteng.
Akhir pertemuan Mush’ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumapah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Muh’ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula. Ibunya berkata: ” Pergilah sesuka hatimu ! Aku bukan ibumu lagi ”. Maka Mush’ab pun menjawabnya: “ Wahai bunda ! Telah anakda sampaikan nasihat kepada bunda, dan anakda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu sakasikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya “. Maka dengan nada marah dijawab oleh ibunya: “ Demi bintang ! Sekali-kali aku takkan masuk kedalam Agamamu itu. Otakku bisa rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi”.
Bersabda Rasulullah: “ Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya “.
Suatu saat Muah’ab dipilih Rasulullah untuk melakukan suatu tugas maha penting saat itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasulullah ke Madinah untuk mengajarkan seluk-beluk agama kepada orang-orang anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah di Bukit ‘Aqabah. Di samping itu mengajak orang-orang lain untuk menganut agama Allah, serta mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebgai peristiwa besar.
Mush’ab memilkul amanat itu dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga berduyu-duyun masuk Islam.
Suatu hari ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba disergap Usaid bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush’ab dengan menyentakkan lembingnya. Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush’ab dan As’ad bin Zararah, bentaknya: “ Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami ? Tinggalkan segera tempar ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang ! “. Seperti tenang dan mantapnya samudra dalam ………, laksana terang dan damainya cahaya fajar …….. terpancarlah ketulusan hati “ Mush’ab yang baik “ , dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya: “ Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu ? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu ! “. Tidak beberapa lama kemudian Usaid berujar: “ Sekarang saya insyaf “ , lalu ia menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan. Dan belum lagi Mush’ab selesai dari uraiannya Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: “Alangkah indah dan benarnya ucapan itu……….! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk agama ini ? “. Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush’ab: “ Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah “. Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammah itu utusan Allah ……
Hal besar lainnya dari Mush’ab bin Umair adalah apa yang dituturkan oleh Ibnu Saad: “ Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-‘Abdari dari bapaknya, ia berkata: “Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di perang uhud. Tatkala barisan kaum muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush’ab mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul “. Maka dipegangnya panji dengan tangan kirinya sambil membungkuk melinduginya. Musuhpun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk kearah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa rasul “. Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush’ab pun gugur dan bendera jatuh “.
Diceritikan dari Khabbah ibnul ‘Urat bahwa pada saat Rasulullah bersama para shahabatnya datang meninijau medan pertempuran uhud untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada dan sampailah ditempat dimana terbaringnya jasad Mush’ab: “Kami hijrah dijalan Allah bersama Rasulullah SAW dengan mengharap keridloan-Nya hingga pastilah sudah pahala desisis Allah. Diantara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikitpun juga. Diantaranya ialah Mush’ab bin Umair yang tewas diperang uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh diatas dikepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah SAW: “Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idzkir !”.
(Diambil dari buku “KARAKTERISTI K PERIHIDUP 60 SHAHABAT RASULLULLAH” karya KHALID MUHAMMAD KHALID setakan CV. DIPONEGORO BANDUNG)
