Sabtu, 22 November 2008

Kekuatan Yang tiada tara

Kekuatan yang tak akan terkalahkan, apakh itu? tntu semuanya tahu

hanyalah Allah SWT yang mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan, kekuatan maha Agung Dialah Rab semesta alam,. siapa yang berani kepadanya?
Selanjutnya,...

Ketika kita akan...........

Ketika kita ingin membuat sesuatu maka,

kita harus dapat menunjukkan apa yang kita dapat dari sesuatu itu.
Selanjutnya,...

Kebersamaan

indahnya kebersamaan bersama
Inilah Contoh Presiden Yang Sangat
Sederhana !


Presiden Iran saat ini : Mahmoud
Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh
TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

"Saat anda melihat di cermin setiap
pagi, apa yang anda katakan pada diri
anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di
cermin itu dan mengatakan
padanya:"Ingat, kau tak lebih dari
seorang pelayan, hari di depanmu penuh
dengan tanggung jawab yang berat,
yaitu melayani bangsa Iran ."


Berikut adalah gambaran Ahmadinejad,
yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor
kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh
karpet Istana Iran yang sangat tinggi
nilainya itu kepada masjid2 di Teheran
dan menggantikannya dengan karpet
biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang
sangat besar untuk menerima dan
menghormati tamu VIP, lalu ia
memerintahkan untuk menutup ruang
tersebut dan menanyakan pada
protokoler untuk menggantinya dengan
ruangan biasa dengan 2 kursi kayu,
meski sederhana tetap terlihat
impresive.

3. Di banyak kesempatan ia
bercengkerama dengan petugas
kebersihan di sekitar rumah dan kantor
kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia
meminta menteri2 nya untuk datang
kepadanya dan menteri2 tsb akan
menerima sebuah dokumen yang
ditandatangani yang berisikan arahan2
darinya, arahan tersebut terutama
sekali menekankan para menteri2nya
untuk tetap hidup sederhana dan
disebutkan bahwa rekening pribadi
maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb
berakhir masa jabatannya dapat
meninggalkan kantornya dengan kepala
tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia
mengumumkan kekayaan dan propertinya
yang terdiri dari Peugeot 504 tahun
1977, sebuah rumah sederhana warisan
ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah
daerah kumuh di Teheran. Rekening
banknya bersaldo minimum, dan satu2nya
uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah
universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi,
Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang
presiden dari negara yang penting baik
secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan
pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya,
alasannya adalah bahwa semua
kesejahteraan adalah milik negara dan
ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf
kepresidenan adalah tas yg selalu
dibawa sang presiden tiap hari selalu
berisikan sarapan; roti isi atau roti
keju yang disiapkan istrinya dan
memakannya dengan gembira, ia juga
menghentikan kebiasaan menyediakan
makanan yang dikhususkan untuk
presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah
kebijakan Pesawat Terbang
Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi
pesawat kargo sehingga dapat menghemat
pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia
meminta terbang dengan pesawat terbang
biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan
menteri2 nya untuk mendapatkan info
tentang kegiatan dan efisiensi yang
sdh dilakukan, dan ia memotong
protokoler istana sehingga menteri2
nya dapat masuk langsung ke ruangannya
tanpa ada hambatan. Ia juga
menghentikan kebiasaan upacara2
seperti karpet merah, sesi foto, atau
publikasi pribadi, atau hal2 spt itu
saat mengunjungi berbagai tempat di
negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia
meminta diberikan kamar tanpa tempat
tidur yg tidak terlalu besar karena ia
tidak suka tidur di atas kasur, tetapi
lebih suka tidur di lantai beralaskan
karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan
posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu
rumahnya sesudah lepas dari
pengawal2nya yg selalu mengikuti
kemanapun ia pergi. Menurut koran
Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya
tersebut, kemudian dipulikasikan oleh
media masa di seluruh dunia, termasuk
amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat
melihat bahwa ia tidak duduk di baris
paling muka

Mudah-mudahan di pemilu yang akan
datang kita akan memiliki Presiden
seperti itu...

Selanjutnya,...

Selasa, 18 November 2008

Sifat Ahli Iman

Beberapa sifat orang yang beriman yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut: 1. Apabila disebut Asma/Nama Allah maka bergetarlah hatinya (22:35, 8:2) (22:35) (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka

(8:2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman [594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [594] Maksudnya: orang yang sempurna imannya. [595] Dimaksud dengan disebut Allah itu ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya. 2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, bertambahlah imannya (8:2, 17:107, 28:53). (17:107) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (28:53) Dan apabila dibacakan (Al Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). 3. Kepada Rabb, mereka bertawakal semata-mata (9:51, 3:159, 3:160, 42:36). (9:51) Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (3:159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya. (3:160) Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal. (42:36) Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah keni'matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. 4. Menafkahkan/menginfaqkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah kepadanya (8:3 - 4). (8:3) (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (8:4) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni'mat) yang mulia. 5. Beriman kepada Allah dan RasulNya dengan sempurna (24:62, 4:152) (24:62) Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu'min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:152) Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 6. Berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka - fisabilillah (49:15) (49:15) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. 7. Beriman kepada rukan iman yang enam tanpa ragu sedikitpun. Mudah-mudahan dengan mengenal Sifat-Sifat Ahli Iman ini kita dapat menambah pengenalan kita terhadap Allah dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, amiin.
Selanjutnya,...

Isra Mi'raj

Kisah Isra’ Mi’raj
Perjalanan isra' dimulai dari masjid Al Haram di kota Makkah ialah karena kota Makkah pada waktu itu adalah pusat segala macam bentuk kejahatan, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan dan kekufuran. Sehingga kota Makkah dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang rusak, berantakan dan kacau balau.
Perjalanan isra' berakhir di masjid Al Aqsha ialah karena masjid tersebut dinyatakan oleh Allah swt.

dalam surat Al Isra' ayat 1 sebagai tempat yang telah diberkahi sekelilingnya, sehingga masjid Al Aqsha dapat diibaratkan sebagai rumah tangga, atau wilayah,atau negara yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur lahir dan batin, material dan spiritual. Singgah di Madinah, karena kota Madinah adalah tempat hijrah dari Nabi Muhammad saw.
Singgah di Madyan, karena kota Madyan adalah tempat hijrah dari Nabi Musa as. sewaktu akan dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir. Di Madyan ini nabi Musa as. diambil menantu oleh nabi Syu'aib as. Dan setelah nabi Musa as . kaya raya dan merasakan kenikmatan hidup, beliau diperintah oleh Allah swt. pergi ke Mesir untuk berjuang dan membebaskan bangsa Yahudi dari kemiskinan dan penindasan raja Fir'aun dengan meninggalkan kesenangan dan kenikmatan hidup yang beliau rasakan.
Singgah di gunung Sinai, karena di gunung Sinai inilah Nabi Musa as. menerima wahyu dari Allah swt. Gunung adalah tempat yang tinggi, sedang wahyu adalah ilmu. Sehingga gunung Sinai adalah lambang dari ketinggian ilmu pengetahuan. Singgah di Bethlehem, karena kota Bethlehem adalah tempat kelahiran nabi Isa as. Nabi Isa as. adalah seorang nabi yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Sehingga Bethlehem dapat digambarkan sebagai lambang dari keberanian berkorban.
Shalat yang setiap kali dilakukan di tempat-tempat persinggahan, karena shalat itu pada hakekatnya adalah menghadap kepada Allah swt. untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita sekalian, bahwa untuk memperbaiki rumah tangga, atau wilayah atau negara yang kacau balau dan penuh dengan berbagai macam penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan, penindasan dan lain sebaginya yang digambarkan sebagai kota Makkah menjadi rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang aman, tenteram, penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran, haruslah dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut:
Tahap Madinah, artinya semua anggota rumah tangga atau seluruh penduduk sesuatu wilayah atau negara harus mau berhijrah yang berarti meninggalkan kemusyrikan, kekufuran, kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam bentuk perbuatan dan sikap yang negatif.
Tahap Madyan, artinya jika semua penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara sudah mau melakukan hijran, meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt. dan sudah mau bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, maka setiap orang yang menjadi pemimpin rumah tangga, atau wilayah, atau negara tersebut jangan sampai bersenang-senang, bernikmat-nikmat dan bermewah-mewah dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal, selagi orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya masih ada yang hidup dalam keadaan melarat, apalagi hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau memperoleh kemenangan demi kemenangan dalam peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan banyak memperoleh rampasan perang. Jika mau tentu beliau dapat memperkaya diri, sebab beliau memegang jabatan rangkap, yaitu sebagai Rasul Allah, Kepala negara dan Panglima Perang. Akan tetapi catatan sejarah menunjukkan bahwa rumah beliau hanya sebesar ruangan yang sekarang dijadikan makam beliau di masjid Nabawi di Madinah; pakaian beliau sangat sederhana; dan menurut hadits yang diriwayatkan dari isteri beliau Siti 'Aisyah ra., beliau tidak pernah kenyang selama dua hari berturut-turut. Harta kekayaan beliau lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan rakyatnya dari pada dipergunakan untuk kepentingan keluarga beliau sendiri.
Tahap gunung Sinai, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna, setiap penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketinggian ilmu pengetahuan. Sebab dengan pengetahuan yang tinggi, terutama ilmu agama, seseorang akan menjadi mudah untuk menyelesaikan setiap problem atau masalah yang dihadapi dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari.
Tahap Bethlehem, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sejati, diperlukan keberanian untuk berkorban, baik harta, tenaga, bahkan jiwa sekalipun; terutama korban perasaan atau korban sentimen. Sebab di mana-mana sekarang ini dapat kita saksikan banyak orang yang telah mengakui dan menyadari akan kebenaran dari ajaran agama Islam. Namun karena mereka harus mempertahankan gengsi dan tidak berani mengorbankan perasaan dan sentimen, mereka tetap berpegang teguh pada ajaran agama yang hati kecil mereka sebenarnya telah menyatakan kebatalannya.
Shalat dua raka'at yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. atas anjuran malaikat Jibril di tempat-tempat persinggahan, adalah memberikan pelajaran kepada kita sekalian bahwa pada saat kita sedang menekuni pekerjaan dalam rangka mencapai cita-cita yang menjadi tujuan hidup kita, kita akan menyadari bahwa kemampuan kita sebagai manusia adala sangat terbatas, jauh berkurang dibandingkan dengan cita-cita kita.
Untuk itu secara mutlak kita memerlukan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Petunjuk, bimbingan dan pertolongan tersebut harus kita minta. Untuk meminta petunjuk, bimbingan dan pertolongan kepada Allah swt. kita harus menghadap (sowan = sebo Jw.) dengan cara yang telah ditetapkan dan yang telah direstui oleh Allah swt.sendiri, yaitu shalat menurut ajaran agama Islam. Jadi pada saat kita sangat sibuk menjalankan tugas-tugas yang amat penting sebagaimana kesibukan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. pada saat memenuhi panggilan dari Allah swt. untuk menjemput kewajiban shalat, maka kita harus lebih aktif menunaikan shalat, menghadap ke haribaan-Nya. Bukan sebaliknya, pada saat kita sedang sibuk bekerja, kita menunda-nunda, bahkan melalaikan shalat kita.
Pada saat Nabi Muhammad saw. sampai di masjid Al Aqsha, sebelum masuk ke dalam masjid, buraq yang beliau naiki ditambatkan lebih dahulu, meskipun pada hakekatnya buraq tersebut tidak akan lari atau hilang. Dan andaikata lari atau hilang, pasti malaikat Jibril akan mengembalikannya kepada beliau. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dalam melaksanakan tugas hidup dan kehidupan sehari-hari, kita wajib menta'ati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh hukum syariat agama Islam. Kita dilarang untuk berpe-gangan kepada hakekat tanpa mau mentaati syariat.
Setelah Nabi Muhammad saw. melakukan shalat berjama'ah di masjid Al Aqsha, sebelum naik ke dalam kendaraan interplanet yang akan mengantarkan beliau ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt., beliau disodori tiga macam minuman oleh malaikat Jibril, yaitu: arak, air dan puan (susu). Kemudian beliau memilih susu, yang kemudian pilihan beliau tersebut dibenarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa untuk menjaga stabilitas ketenangan dan ketenteraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang hakiki, seseorang dituntut oleh agama Islam agar selalu menjaga dirinya dengan makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh, sebagaimana susu yang halal menurut ajaran agama Islam dan bagus menurut ahli kesehatan karena padat gizi. Berbeda halnya dengan arak yang telah dinyatakan haram oleh ajaran agama Islam dan merusak kesehatan menurut para ahli dalam bidang kesehatan. Dan berbeda pula dengan air, meskipun air tawar tersebut halal menurut ajaran syari'at Islam, namun tidak mengandung gizi yang sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh manusia. Makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh adalah syarat utama bagi do'a untuk dikabulkan oleh Allah swt. Disamping itu, susu tersebut adalah ibarat dari agama Islam, yang cocok untuk segala umur dan cocok bagi segala macam bangsa di seluruh dunia.
Selanjutnya,...

Kemana memburu Bahagia?

Suatu ketika Imam Hasan Al Bashri ditanya seorang pemuda, “Kenapa orang yang gemar melakukan tahajud wajahnya enak dipandang?” Ia mengatakan, “Bagaimana tidak, mereka telah berkhalwat dengan Yang Maha Pengasih kemudian Allah Yang Maha Pengasih itu pasti memberikan cahaya-Nya kepada orang itu…”

Dzikir dan semua amal shalih memang erat kaitannya dengan ketenangan bathin.

Dan ketenangan bathin itu erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Lihatlah betapa ketenangan yang dirasakan Abu Bakar bin Ayash, salah seorang tokoh di zaman Tabi’in. Menjelang kematiannya, ia berkata pada anaknya, “Apakah engkau mengira Allah akan menyia-nyiakan ayahmu yang selama empat puluh tahun sudah mengkhatamkan al Qur`an hampir setiap beberapa malam?”

Sementara, Adam bin Iyas, tokoh Tabi’in yang lain ketika akan meninggal mengatakan, “Dengan cintaku pada-Mu. Engkau pasti menemaniku saat ketakutan. Laa ilaaha illa Llah….” Kemudiania menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Begitulah. Ketenangan hati telah mereka miliki. Dan itulah tanda kehidupan mereka bahagia. Kebahagiaan hidup selamanya tak pernah dapat diperoleh di luar diri, melalui materi, melalui jabatan, melalu pekerjaan, melalui harta, melalui apapun. Karena obsesi hidup apapun tak pernah memberikan kepuasan jiwa. Keinginan jiwa, selalu bertambah setiap kali dipenuhi. Itu Aksioma hidup. Apalagi, semua tahu bila perjalanan hidup selalu dipenuhi dengan ragam masalah dan problematika yang banyak tidak sejalan dengan keinginan. Lalu di mana kebahagiaan?

Kebahagiaan dan kesenangan melalui keduniaan adalah mustahil. Kebahagiaan hidup hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang hatinya tentram. Dan ketentraman hati itu erat hubunganya dengan kuat tidaknya hati seseorang dengan Yang Maha Kuasa. Ketentraman itu akan dating dengan kedekatan pada amal amal ukhrawi yang mendekatkan orang pada Allah SWT. Sejauh mana kedekatan seseorang pada Allah SWT, sejauh itu pula kebahagiaan yang akan ia peroleh. Buktikan sendiri. (eramuslim)
Selanjutnya,...