hari ini, kemaren
aku seperti tidak menjadi diriku sendiri
serasa aku adalah orang lain yang tidak tau arah
kemana hendak melangkah, kemana hendak berlari
menuju apa, aku kemana,
aku tak sadar apa setiap tindak yang aku perbuat,
setiap kata aku tak tahu apa yang aku ucap
setiap saat.
hanya sadar bahwa aku ini terombang-ambing dalam kegetiran
karena sesuatu yang aku pun tak bisa membayangkan
entah itu petaka, ataupun suatu kenikmatan
aku pun tak sadar sama sekali bahwa aku adalah manusia yang hidup dibumi
aku merasa aku adalah sesosok roh yang kembali kedunia
karena sebuah penantian
karena sebuah janji
atau,
karena penderitaan?
Selanjutnya,...
Rabu, 05 November 2008
Selasa, 04 November 2008
KEHILANGAN
(jepara awal di pagi yang mendung)
waktu seakan merangkak pelan, seperti bayi belajar berjalan,
begitu lambat hingga akupun terdiam, terpaku, terpana pada kehilangan.
<
ya kehilangan, kehilangan oleh karena kepergian,
kepergian oleh kerana tidak konsistensinya waktu pada caranya melangkah,
kadang seakan diam, berjalan atau kadang berlari,
ya, berlari hingga aku sulit untuk mengejarnya, mengejar waktu.
meski kepergian sering membuat kita kehilangan, merasa kesepian
tapi terkadang kepergian dapat membuat kita senang, bahagia
aneh, tapi ini nyata.
kehilangan ayah,ibu, adik, saudara, sahabat,teman, guru,
betapa sedihnya kita, betapa kesepiannya kita,
kehilangan oleh karena kepergian.
lalu, betapa menggembirakan sebuah kehilangan akan kepergian seseorang
seorang penjahat, seorang perampok, seorang teroris,pejabat,
pejabat?
ya, pejabat yang baik(jika diluar) namun adalah sesosok Koruptor.
semua itu hanya karena konsistensi dari sang waktu
apakah ia akan mengambil ayah, ibu, saudara kita , sahabat kita
juga penjahat, perampok, koruptor
cepat, lambat atau malah sangat lambat semua hanyalah bagaimana cara waktu melangkah.
Selanjutnya,...
waktu seakan merangkak pelan, seperti bayi belajar berjalan,
begitu lambat hingga akupun terdiam, terpaku, terpana pada kehilangan.
<
ya kehilangan, kehilangan oleh karena kepergian,
kepergian oleh kerana tidak konsistensinya waktu pada caranya melangkah,
kadang seakan diam, berjalan atau kadang berlari,
ya, berlari hingga aku sulit untuk mengejarnya, mengejar waktu.
meski kepergian sering membuat kita kehilangan, merasa kesepian
tapi terkadang kepergian dapat membuat kita senang, bahagia
aneh, tapi ini nyata.
kehilangan ayah,ibu, adik, saudara, sahabat,teman, guru,
betapa sedihnya kita, betapa kesepiannya kita,
kehilangan oleh karena kepergian.
lalu, betapa menggembirakan sebuah kehilangan akan kepergian seseorang
seorang penjahat, seorang perampok, seorang teroris,pejabat,
pejabat?
ya, pejabat yang baik(jika diluar) namun adalah sesosok Koruptor.
semua itu hanya karena konsistensi dari sang waktu
apakah ia akan mengambil ayah, ibu, saudara kita , sahabat kita
juga penjahat, perampok, koruptor
cepat, lambat atau malah sangat lambat semua hanyalah bagaimana cara waktu melangkah.
Selanjutnya,...
Langganan:
Komentar (Atom)
