Dari Amiril MukmininAbu Hafsh Umar bin Khattab r.a, ia berkata: Saya mendengar Raslullah SAW. Bersabda: “Bahwasanya semua amal itu tergantung niatnya dan bahwasanya apa yang diperoleh oeh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrah karena ...
mencari dunia atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu sebatas pada apa yang diniatkannya”. (Diriwayatkan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari, da Abul Husain Muslim bin Al Hujjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi, di dalam kedua kitab mereka yang paling sahih di antar kitab-kitab hadits). Dikutip dari “Terjemah Hadits Arba’in Nawawi”.
Dikutip dari “Terjemah RIYADHUS SHOLIHIN” jilid I halaman 1 – 14 dalam fasal:
“IKHLAS DAN NIAT DALAM SEGALA PERILAKU KEHIDUPAN”
Allah Ta’ala berfirman:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanmulah yang dapat mencapainya.”(Al-Hajj: 37)
“Katakanlah jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkan, pasti Allah mengetahuinya.”(Al-Imran:29)
1. Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Quth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Quraisyiy Al-Adawiy ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseoarang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari makkah ke madinah) karena Allah dan rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapai siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya atai karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas sesuatu yang menjadi tujuannya ( tidak diterima oleh Allah).”(HR.Bukhari dan Muslim)
2. Dari ummul mukminin ummu abdillah aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada sekelompok pasukan yang akan menyerang ka’bah, namun ketikan mereka sampai ditanah lapang, maka mereka dibinasakan dari muka sampai yang paling belakang. Aisyah bertanya: wahai rasulullah bagaimana mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling belakang, padahal diantara mereka ada orang berbelanja serta ada pula orang yang bukan dari golongan mereka?. Beliau menjawab: Mereka akan dibinasakan dari depan sampai yang paling akhir, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niatnya masing-masing.”(HR.Bukhari dan Muslim)
3. Dari aisyah ra. Ia berkata: nabi saw bersabda: “Tidak ada hijrah lagi setelah dibukanya kota makkah, tetapi yang ada adalah jihad (berjuang di jalan Allah) dan niat untuk selalau berbuat baik. Oleh karena itu, jika kalian dipanggil untuk berjuang, maka berangkatlah!”(HR.Bukhari dan Muslim).
4. Dari abu abdillah jabir bin abdillah al anshoriy ra. Ia berkata: Kami bersama Rasulullah dalam salah satu peperangan, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnay di madinah ada beberapa orang, apabila kalian menempuh perjalanan atau menyeberangi lembah, mereka senantiasa mengikuti, sedangkan yang menghalangi mereka hanyalah sakit.” Dalam salah satu riwayat, disebutkan Raslullah saw bersabda: “Melainkan mereka selalu menyertai kalian di dalam mencapai pahala.” (HR.Muslim)
5. Dari anas ra ia berkata: Kami bersama-sama dengan nabi saw kembali dari peperangan tabuk, kemudian beliau menjelaskan: “Sesungguhnya masih ada beberapa kaum atau orang yang kami tinggalkan di madinah, mereka senantiasa menyertai kita, baik sewaktu keluar masuk pedusunan maupun sewaktu menyeberangi lembah, yang menghalangi mereka hanya udzur.”(HR. Bukhari)
6. Dari abu yazd ma’an bin yazid al akhnas ra ia berkata: Ayahku yazid biasa mengeluarkan beberapa dinar untuk disedekahkan dan dipercayakan kepada seseorang di masjid untuk membaginya. Kemudian aku pergi ke masjid untuk meminta dinar itu, dan menunjukkan kepada ayahku, lalu ayahku berkata: “dem Allah, dinar itu tidak aku sediakan untukmu.” Peristiwa itu kemudian aku sampaikan kepada rasulullah saw maka beliau bersabda: “Bagimu apa yang kamu niatkan hai yazid, dan bagimu apa yang kamu ambil hai ma’an.”(HR. Bukhari)
7. Dari abu ishaq sa’ad bin abi waqqas malik bin uhaib bin abdi manaf bin zuhrah bin kilab bin murrah bin ka’ab bin lu’ay al quraisyiy az zuhriy ra (beliau salah seorang dar sepuluh oran gyang dijamin masuk surga), ia berkata: ”Rasulullah saw menjenguk saya ketika haji wada’, karena sakit keras, kemudian saya berkata: “Wahai Raslullah, sesungguhnya sakit saya sangat keras sebagaimana yang engkau lihat, sedangkan saya mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkan saya sedekahkan dua pertiga dari harta saya itu ?, beliau menjawab:”Tidak boleh .” Saya bertanya lagi:”Bagaimana kalau separuhnya ?”, beliau menjawab tidak boleh.” Saya bertanya lagi:”Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab:”Sepertiga itu banyak dan cukup besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya itu lebih baik daripada meniggalkan mereka dalam keadaan miskin, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepasa sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Allah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh isterimu. Kemudian saya bertanya:’Wahai rasulullah, apakah saya akan segera berpisah dengan kawan-kawanku ?” Beliau menjawab:”Sesungguhnya kamu belum akan berpisah. Kamu akan masih menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu. Seraya berdoa abu ishak berdoa:”Ya Allah, mudah-mudahan shahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ketempat yang mereka tinggalkan, tetapi kasihan si sa’ad binkaulah yang selalu disayangkan oleh rasulullah karena ia mati di makkah.”(HR.Bukhari dan Muslim)
8. Dari abu hurairah abdurrahman bin shakhr ra ia berkata: rasulullah saw bersabda:”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.”(HR. Muslim)
9. Dari abu musa abdullah bin qais al asy’ariy ra ia berkata: Rasulullah saw pernah ditanya, manakah yang termasuk berperang di jalan Allah ? Apakah berperang karena keberanian, kesukuan, ataukah berperang karena ria? Rasulullah saw menjawab:”Siapa saja yang berperang agar kalimat Allah terangkat, maka itulah perang dijalan Allah.”(HR.Bukhari dan Muslim)
10. Dari abu bakrah nufa’i bin harits ats- tsaqafiy ra ia berkata: Nabi saw bersabda:”Apabila ada dua orang islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada dalam neraka.” Saya bertanya: Wahai raslullah, sudah sewajarnya yang membunuh masuk neraka, tetapi mengapa yang terbunuh juga masuk neraka?” Beliau menjawab:”Karena ia sangat berambisi untuk membunuh kawannya.”(HR.Bukhari dan Muslim)
11. Dari abu hurairah ra ia berkata: raslullah saw bersabda:”Salat seseorang dengan berjamaah, lebih banyak pahalanya daripada salat sendirian di pasar atau dirumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang telah menyempurnakan wudlunya, kemudian pergi ke masjid dan hanya bertjuan untuk salat, maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan salat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan:”Ya Allah kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah tobatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats.”(HR.Bukhari dan Muslim)
