Dari Amiril MukmininAbu Hafsh Umar bin Khattab r.a, ia berkata: Saya mendengar Raslullah SAW. Bersabda: “Bahwasanya semua amal itu tergantung niatnya dan bahwasanya apa yang diperoleh oeh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrah karena ...
mencari dunia atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu sebatas pada apa yang diniatkannya”. (Diriwayatkan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari, da Abul Husain Muslim bin Al Hujjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi, di dalam kedua kitab mereka yang paling sahih di antar kitab-kitab hadits). Dikutip dari “Terjemah Hadits Arba’in Nawawi”.
Dikutip dari “Terjemah RIYADHUS SHOLIHIN” jilid I halaman 1 – 14 dalam fasal:
“IKHLAS DAN NIAT DALAM SEGALA PERILAKU KEHIDUPAN”
Allah Ta’ala berfirman:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanmulah yang dapat mencapainya.”(Al-Hajj: 37)
“Katakanlah jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkan, pasti Allah mengetahuinya.”(Al-Imran:29)
1. Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Quth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Quraisyiy Al-Adawiy ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseoarang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari makkah ke madinah) karena Allah dan rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapai siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya atai karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas sesuatu yang menjadi tujuannya ( tidak diterima oleh Allah).”(HR.Bukhari dan Muslim)
2. Dari ummul mukminin ummu abdillah aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada sekelompok pasukan yang akan menyerang ka’bah, namun ketikan mereka sampai ditanah lapang, maka mereka dibinasakan dari muka sampai yang paling belakang. Aisyah bertanya: wahai rasulullah bagaimana mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling belakang, padahal diantara mereka ada orang berbelanja serta ada pula orang yang bukan dari golongan mereka?. Beliau menjawab: Mereka akan dibinasakan dari depan sampai yang paling akhir, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niatnya masing-masing.”(HR.Bukhari dan Muslim)
3. Dari aisyah ra. Ia berkata: nabi saw bersabda: “Tidak ada hijrah lagi setelah dibukanya kota makkah, tetapi yang ada adalah jihad (berjuang di jalan Allah) dan niat untuk selalau berbuat baik. Oleh karena itu, jika kalian dipanggil untuk berjuang, maka berangkatlah!”(HR.Bukhari dan Muslim).
4. Dari abu abdillah jabir bin abdillah al anshoriy ra. Ia berkata: Kami bersama Rasulullah dalam salah satu peperangan, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnay di madinah ada beberapa orang, apabila kalian menempuh perjalanan atau menyeberangi lembah, mereka senantiasa mengikuti, sedangkan yang menghalangi mereka hanyalah sakit.” Dalam salah satu riwayat, disebutkan Raslullah saw bersabda: “Melainkan mereka selalu menyertai kalian di dalam mencapai pahala.” (HR.Muslim)
5. Dari anas ra ia berkata: Kami bersama-sama dengan nabi saw kembali dari peperangan tabuk, kemudian beliau menjelaskan: “Sesungguhnya masih ada beberapa kaum atau orang yang kami tinggalkan di madinah, mereka senantiasa menyertai kita, baik sewaktu keluar masuk pedusunan maupun sewaktu menyeberangi lembah, yang menghalangi mereka hanya udzur.”(HR. Bukhari)
6. Dari abu yazd ma’an bin yazid al akhnas ra ia berkata: Ayahku yazid biasa mengeluarkan beberapa dinar untuk disedekahkan dan dipercayakan kepada seseorang di masjid untuk membaginya. Kemudian aku pergi ke masjid untuk meminta dinar itu, dan menunjukkan kepada ayahku, lalu ayahku berkata: “dem Allah, dinar itu tidak aku sediakan untukmu.” Peristiwa itu kemudian aku sampaikan kepada rasulullah saw maka beliau bersabda: “Bagimu apa yang kamu niatkan hai yazid, dan bagimu apa yang kamu ambil hai ma’an.”(HR. Bukhari)
7. Dari abu ishaq sa’ad bin abi waqqas malik bin uhaib bin abdi manaf bin zuhrah bin kilab bin murrah bin ka’ab bin lu’ay al quraisyiy az zuhriy ra (beliau salah seorang dar sepuluh oran gyang dijamin masuk surga), ia berkata: ”Rasulullah saw menjenguk saya ketika haji wada’, karena sakit keras, kemudian saya berkata: “Wahai Raslullah, sesungguhnya sakit saya sangat keras sebagaimana yang engkau lihat, sedangkan saya mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkan saya sedekahkan dua pertiga dari harta saya itu ?, beliau menjawab:”Tidak boleh .” Saya bertanya lagi:”Bagaimana kalau separuhnya ?”, beliau menjawab tidak boleh.” Saya bertanya lagi:”Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab:”Sepertiga itu banyak dan cukup besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya itu lebih baik daripada meniggalkan mereka dalam keadaan miskin, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepasa sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Allah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh isterimu. Kemudian saya bertanya:’Wahai rasulullah, apakah saya akan segera berpisah dengan kawan-kawanku ?” Beliau menjawab:”Sesungguhnya kamu belum akan berpisah. Kamu akan masih menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu. Seraya berdoa abu ishak berdoa:”Ya Allah, mudah-mudahan shahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ketempat yang mereka tinggalkan, tetapi kasihan si sa’ad binkaulah yang selalu disayangkan oleh rasulullah karena ia mati di makkah.”(HR.Bukhari dan Muslim)
8. Dari abu hurairah abdurrahman bin shakhr ra ia berkata: rasulullah saw bersabda:”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.”(HR. Muslim)
9. Dari abu musa abdullah bin qais al asy’ariy ra ia berkata: Rasulullah saw pernah ditanya, manakah yang termasuk berperang di jalan Allah ? Apakah berperang karena keberanian, kesukuan, ataukah berperang karena ria? Rasulullah saw menjawab:”Siapa saja yang berperang agar kalimat Allah terangkat, maka itulah perang dijalan Allah.”(HR.Bukhari dan Muslim)
10. Dari abu bakrah nufa’i bin harits ats- tsaqafiy ra ia berkata: Nabi saw bersabda:”Apabila ada dua orang islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada dalam neraka.” Saya bertanya: Wahai raslullah, sudah sewajarnya yang membunuh masuk neraka, tetapi mengapa yang terbunuh juga masuk neraka?” Beliau menjawab:”Karena ia sangat berambisi untuk membunuh kawannya.”(HR.Bukhari dan Muslim)
11. Dari abu hurairah ra ia berkata: raslullah saw bersabda:”Salat seseorang dengan berjamaah, lebih banyak pahalanya daripada salat sendirian di pasar atau dirumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang telah menyempurnakan wudlunya, kemudian pergi ke masjid dan hanya bertjuan untuk salat, maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan salat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan:”Ya Allah kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah tobatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats.”(HR.Bukhari dan Muslim)
Selanjutnya,...
Rabu, 26 November 2008
Thufeil “Amr Ad-Dausi : “ Suatu Fitrah Yang Cerdas”
Di bumi Daus, dari keluarga yang mulia dan terhormat, muncullah tokoh kita ini ….. Ia dikaruniai bakat sebagai penyair, hingga nama dan kemahirannya termasyhur dikalangan suku-suku. Di musim ramainya pekan ‘Ukadh, tempat berkumpul dan berhimpunnya manusia, untuk mendengar dan menyaksikan penyair-penyair arab yang datang berkunjung dari seluruh pelosok serta untuk menonjolkan dan membanggakan penyair masing-masing, makan Thufeil mangambil kedudukannya dibarisan terkemuka…………..Walaupun bukan pada musim ’Ukadh, ia sering pula pergi ke Makkah………
Pada suatu ketika, saat ia berkunjung ke kota suci itu, Rasulullah telah mulai melahirkan da’wahnya…………. Orang-orang quraisy takut kalau-kalau Thufeil menemuinya dan masuk Islam, hingga merupakan bencana besar bagi Quraisy dan berhala-berhala mereka……
Oleh sebab itu mereka melingkunginya selalu dan menyediakan segala kesenangan dan kemewahan untuk melayani dan menerima kedatangannya sebagai tamu, lalu menkut-nakutinya agar tidak berjumpa dengan Rasulullah saw, katanya: “Muhammad memiliki ucapan laksana sihir, hingga dapat mencerai-beraikan anak dari bapak dan seseorang dari saudaranya, serta suami dari istrinya………….! Dan sesungguhnya kami ini cemas terhadap dirimu dan kaummu dari kejahatannya, maka janganlah ia dibawa bicara dan jangan dengarkan apa katanya ….!”.
Dan marilah kita dengarkan Thufeil menceritakan sendiri kisahnya, katanya: “Demi Allah, mereka selalu membuntutiku, hingga aku hampir saja membatalkan maksudku untuk menemui dan mendengar ucapannya ………Dan ketika aku pergi ke ka’bah, kututup telingaku dengan kapas, agar bila ia berkata, aku tidak mendengar perkataannya …Kiranya ia kudapati sedang sholat dekat ka’bah, maka aku berdiri didekatnya, taqdir Allah menhendaki agar aku mendengarkan sebahagian apa yang dibacanya, dan terdengarlah olehku perkataan yang baik ……
Lalu kataku kepada diriku: “Wahai malangnya ibuku kehilangan daku …….! Demi Allah, aku ini seorang yang pandai dan jadi penyair, dan mampu membedakan mana yang baik dari yang buruk! Maka apa salahnya jika aku mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki itu? Jika yang dikemukakannya itu barang baik, dapatlah keterima, dan seandainya jelek, dapat pula ketinggalkan ……….Kutunggu sampai ia berpaling hendak pulang kerumahnya, lalu kuikuti hingga ia masuk rumah, maka kuiringkan dari belakang dan kukatakan kepadanya: “Wahai Muhammad! Kaummu telah menceritakan kepadaku bermacam-macam tentang dirimu ! Dan demi Allah mereka selalu menkut-nakutiku terhadap urusanmu, hingga kututupi telingaku dengan kapas agar tidak mendengar perkataanmu …….. Tetapi iradat Allah menhendaki agar aku mendengarnya, dan terdengarlah olehku ucapan yang baik, maka kemukakanlah padaku apa yang menjadi urusanmu itu…….!” Rasulpun mengemukakan padaku terperinci tentang agama islam dan dibacakannya al qur’an ………Sungguh! Demi Allah, tak pernah kudengar satu ucapanpun yang lebih baik dari itu, atau suatu urusan yang lebih benar dari itu …….! Maka masuklah aku kedalam islam, dan kuucapkan syahadat yang haq, lalu kataku: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini seorang yang ditaati oleh kaumku, dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada islam. Maka doakanlah kepada Allah agar aku diberi-Nya suatu tanda yang akn menjadi pembantu bagiku mengenai soal yang kuserukan kepada mereka itu. Maka sabda Rasulullah saw: “Ya Allah ! Jadikanlah baginya suatu tanda….!
Dalan kitab suci-Nya Allah Ta’ala telah memuji orang-orang yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti yang terbaik diantaranya……..Nah sekarang kita bertemu dengan salah seorang diantara mereka itu …………dan ia merupakan suatu gambaran yang tepat mengenai fittrah yang cerdas………!
Demi telinganya mendengar sebagian ayat-ayat mengenai petunjuk dan kebaikan yang diturunkan Allah atas kalbu hamba-Nya, maka seluruh pendengaran dan seluruh hatinya terbuka selebar-lebarnya, dan diulurkannya tangannya untuk bai’at kepada Rasulnya……….
Dan tidak hanya sampai disana, tetapi dengan secepatnya dibebaninya dirinya dengan tanggung jawab menyeru kaum dan keluarganya kepada agama yang haq dan jalan yang lurus ini …..!”.
Oleh sebab itu, baru saja ia sampai dirumah dan kampung halamannya Daus, dikemukakannyalah kepada bapaknya ‘aqidah dan keinginan yang terkandung dalam hatinya, dan diserunya ia kepada islam, yakni setelah menceritakan perihal Rasul yang menyebarkan agama itu, tentang kebesaran, kesucian, amanah, dan ketulusan serta keta’atannya kepada Allah Rabbul ‘Alamin……
Dan pada waktu itu juga bapaknya masuk islam. Lalu ia beralih kepada ibunya, yang juga menganut islam. Kemudian kepada istrinya yang mengambil tindakan yang serupa. Dan tatkala hatinya menjadi tenteram karena islam telah meliputi rumahnya, ia pun berpindah tempat kepada kaum keluarga, bahkan kepada seluruh penduduk Daus. Tetapi tak seorangpun di antara merekan yang memenuhi seruannya memeluk islam, kecuali Abu Hurairah r.a………….
Kaumnya itu menghinakan dan memencilkannya, hingga akhirnya hilanglah kesabarannya terhadap mereka. Maka dinaikinya kendaraannya menempuh padang pasir dan kembali kepada Rasulullah saw mengadukan halnya dan membekali diri dengan ajaran-ajarannya……….
Dan tatkala tibalah ia di Makkah, segeralah ia kerumah Rasul, dibawa oleh hatinya yang rindu. Katanya kepada nabi: “Wahai Rasulullah ……..! Saya kelabakan menghadapi riba dan perzinahan yang merajalela di desa Daus …! “.
Tetapi alangkan terpesonanya Thufeil ketika dilihatnya Rasulullah mengangkatkan kedua tangannya ke langit serta katanya: “Ya Allah, Tunjukilan orang-orang daus dan datangkanlah mereka kesini dengan memeluk islam ..!” Lalu sambil berpaling kepada Thufeil, katanya: “Kembalilah kamu kepada kaummu, serulah mereka dan bersikap lunak-lembutlah kepada mereka…..!”
Peristiwa yang disaksikan ini merupakan jiwa Thufeil dengan keharuan dan mengisi ruhnya dengan kepuasan, lalu dipujinya Allah setinggi-tingginya yang telah menjadikan Rasul insan pengasih ini sebagai guru dan pembimbingnya dan menjadikan islam sebagai agama dan tempat berlindungnya……..
Maka bangkitlah ia pergi kembali ke kampung halaman dan kaumnya. Dan disana ia terus mengajak mereka kepada islam secara lunak lembut sebagai dipesankan oleh Rasulullah saw.
Dalam pada itu, selama tenggang waktu yang dilaluinya di tengah-tengah kaumnya, Rasulullah telah hijrah ke Madinah, dan telah terjadi perang Badar, Uhud dan Khandak. Tiba-tiba ketika Rasulullah sedang berada di Khaibar, yakni setelah kota itu deserahkan Allah ke tangan Muslimin, satu rombongan besar yang terdiri dari delapan puluh keluarga Daus datang menghadap Rasulullah sambil membaca tahlil dan takbir. Mereka lalu duduk di hadapannya mengangkat bai’at secara bergantian.
Dan tatkala selesai peristiwa mereka yang bersejarah dan upacara bai’at yang diberkahi itu, Thufeil pergi duduk seorang diri, merenungkan kembali kenagan-kenangan lamanya dan mengira-ngirakan langkah yang akan diambilnya untuk masa mendatang……..
Selanjutnya,...
Pada suatu ketika, saat ia berkunjung ke kota suci itu, Rasulullah telah mulai melahirkan da’wahnya…………. Orang-orang quraisy takut kalau-kalau Thufeil menemuinya dan masuk Islam, hingga merupakan bencana besar bagi Quraisy dan berhala-berhala mereka……
Oleh sebab itu mereka melingkunginya selalu dan menyediakan segala kesenangan dan kemewahan untuk melayani dan menerima kedatangannya sebagai tamu, lalu menkut-nakutinya agar tidak berjumpa dengan Rasulullah saw, katanya: “Muhammad memiliki ucapan laksana sihir, hingga dapat mencerai-beraikan anak dari bapak dan seseorang dari saudaranya, serta suami dari istrinya………….! Dan sesungguhnya kami ini cemas terhadap dirimu dan kaummu dari kejahatannya, maka janganlah ia dibawa bicara dan jangan dengarkan apa katanya ….!”.
Dan marilah kita dengarkan Thufeil menceritakan sendiri kisahnya, katanya: “Demi Allah, mereka selalu membuntutiku, hingga aku hampir saja membatalkan maksudku untuk menemui dan mendengar ucapannya ………Dan ketika aku pergi ke ka’bah, kututup telingaku dengan kapas, agar bila ia berkata, aku tidak mendengar perkataannya …Kiranya ia kudapati sedang sholat dekat ka’bah, maka aku berdiri didekatnya, taqdir Allah menhendaki agar aku mendengarkan sebahagian apa yang dibacanya, dan terdengarlah olehku perkataan yang baik ……
Lalu kataku kepada diriku: “Wahai malangnya ibuku kehilangan daku …….! Demi Allah, aku ini seorang yang pandai dan jadi penyair, dan mampu membedakan mana yang baik dari yang buruk! Maka apa salahnya jika aku mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki itu? Jika yang dikemukakannya itu barang baik, dapatlah keterima, dan seandainya jelek, dapat pula ketinggalkan ……….Kutunggu sampai ia berpaling hendak pulang kerumahnya, lalu kuikuti hingga ia masuk rumah, maka kuiringkan dari belakang dan kukatakan kepadanya: “Wahai Muhammad! Kaummu telah menceritakan kepadaku bermacam-macam tentang dirimu ! Dan demi Allah mereka selalu menkut-nakutiku terhadap urusanmu, hingga kututupi telingaku dengan kapas agar tidak mendengar perkataanmu …….. Tetapi iradat Allah menhendaki agar aku mendengarnya, dan terdengarlah olehku ucapan yang baik, maka kemukakanlah padaku apa yang menjadi urusanmu itu…….!” Rasulpun mengemukakan padaku terperinci tentang agama islam dan dibacakannya al qur’an ………Sungguh! Demi Allah, tak pernah kudengar satu ucapanpun yang lebih baik dari itu, atau suatu urusan yang lebih benar dari itu …….! Maka masuklah aku kedalam islam, dan kuucapkan syahadat yang haq, lalu kataku: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini seorang yang ditaati oleh kaumku, dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada islam. Maka doakanlah kepada Allah agar aku diberi-Nya suatu tanda yang akn menjadi pembantu bagiku mengenai soal yang kuserukan kepada mereka itu. Maka sabda Rasulullah saw: “Ya Allah ! Jadikanlah baginya suatu tanda….!
Dalan kitab suci-Nya Allah Ta’ala telah memuji orang-orang yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti yang terbaik diantaranya……..Nah sekarang kita bertemu dengan salah seorang diantara mereka itu …………dan ia merupakan suatu gambaran yang tepat mengenai fittrah yang cerdas………!
Demi telinganya mendengar sebagian ayat-ayat mengenai petunjuk dan kebaikan yang diturunkan Allah atas kalbu hamba-Nya, maka seluruh pendengaran dan seluruh hatinya terbuka selebar-lebarnya, dan diulurkannya tangannya untuk bai’at kepada Rasulnya……….
Dan tidak hanya sampai disana, tetapi dengan secepatnya dibebaninya dirinya dengan tanggung jawab menyeru kaum dan keluarganya kepada agama yang haq dan jalan yang lurus ini …..!”.
Oleh sebab itu, baru saja ia sampai dirumah dan kampung halamannya Daus, dikemukakannyalah kepada bapaknya ‘aqidah dan keinginan yang terkandung dalam hatinya, dan diserunya ia kepada islam, yakni setelah menceritakan perihal Rasul yang menyebarkan agama itu, tentang kebesaran, kesucian, amanah, dan ketulusan serta keta’atannya kepada Allah Rabbul ‘Alamin……
Dan pada waktu itu juga bapaknya masuk islam. Lalu ia beralih kepada ibunya, yang juga menganut islam. Kemudian kepada istrinya yang mengambil tindakan yang serupa. Dan tatkala hatinya menjadi tenteram karena islam telah meliputi rumahnya, ia pun berpindah tempat kepada kaum keluarga, bahkan kepada seluruh penduduk Daus. Tetapi tak seorangpun di antara merekan yang memenuhi seruannya memeluk islam, kecuali Abu Hurairah r.a………….
Kaumnya itu menghinakan dan memencilkannya, hingga akhirnya hilanglah kesabarannya terhadap mereka. Maka dinaikinya kendaraannya menempuh padang pasir dan kembali kepada Rasulullah saw mengadukan halnya dan membekali diri dengan ajaran-ajarannya……….
Dan tatkala tibalah ia di Makkah, segeralah ia kerumah Rasul, dibawa oleh hatinya yang rindu. Katanya kepada nabi: “Wahai Rasulullah ……..! Saya kelabakan menghadapi riba dan perzinahan yang merajalela di desa Daus …! “.
Tetapi alangkan terpesonanya Thufeil ketika dilihatnya Rasulullah mengangkatkan kedua tangannya ke langit serta katanya: “Ya Allah, Tunjukilan orang-orang daus dan datangkanlah mereka kesini dengan memeluk islam ..!” Lalu sambil berpaling kepada Thufeil, katanya: “Kembalilah kamu kepada kaummu, serulah mereka dan bersikap lunak-lembutlah kepada mereka…..!”
Peristiwa yang disaksikan ini merupakan jiwa Thufeil dengan keharuan dan mengisi ruhnya dengan kepuasan, lalu dipujinya Allah setinggi-tingginya yang telah menjadikan Rasul insan pengasih ini sebagai guru dan pembimbingnya dan menjadikan islam sebagai agama dan tempat berlindungnya……..
Maka bangkitlah ia pergi kembali ke kampung halaman dan kaumnya. Dan disana ia terus mengajak mereka kepada islam secara lunak lembut sebagai dipesankan oleh Rasulullah saw.
Dalam pada itu, selama tenggang waktu yang dilaluinya di tengah-tengah kaumnya, Rasulullah telah hijrah ke Madinah, dan telah terjadi perang Badar, Uhud dan Khandak. Tiba-tiba ketika Rasulullah sedang berada di Khaibar, yakni setelah kota itu deserahkan Allah ke tangan Muslimin, satu rombongan besar yang terdiri dari delapan puluh keluarga Daus datang menghadap Rasulullah sambil membaca tahlil dan takbir. Mereka lalu duduk di hadapannya mengangkat bai’at secara bergantian.
Dan tatkala selesai peristiwa mereka yang bersejarah dan upacara bai’at yang diberkahi itu, Thufeil pergi duduk seorang diri, merenungkan kembali kenagan-kenangan lamanya dan mengira-ngirakan langkah yang akan diambilnya untuk masa mendatang……..
Selanjutnya,...
MUSH’AB BIN UMAIR : Duta Islam Yang Pertama
Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang paling ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepemudaan. Seorang remaja kota Makah yang mempunyai nama paling harum.
Khunas binti Malik yakni ibunda Mush’ab, seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. Ia wanita yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush’ab menganut islam, tiada satu kekuatanpun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Makah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush’ab akan menganggapnya enteng.
Akhir pertemuan Mush’ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumapah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Muh’ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula. Ibunya berkata: ” Pergilah sesuka hatimu ! Aku bukan ibumu lagi ”. Maka Mush’ab pun menjawabnya: “ Wahai bunda ! Telah anakda sampaikan nasihat kepada bunda, dan anakda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu sakasikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya “. Maka dengan nada marah dijawab oleh ibunya: “ Demi bintang ! Sekali-kali aku takkan masuk kedalam Agamamu itu. Otakku bisa rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi”.
Bersabda Rasulullah: “ Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya “.
Suatu saat Muah’ab dipilih Rasulullah untuk melakukan suatu tugas maha penting saat itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasulullah ke Madinah untuk mengajarkan seluk-beluk agama kepada orang-orang anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah di Bukit ‘Aqabah. Di samping itu mengajak orang-orang lain untuk menganut agama Allah, serta mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebgai peristiwa besar.
Mush’ab memilkul amanat itu dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga berduyu-duyun masuk Islam.
Suatu hari ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba disergap Usaid bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush’ab dengan menyentakkan lembingnya. Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush’ab dan As’ad bin Zararah, bentaknya: “ Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami ? Tinggalkan segera tempar ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang ! “. Seperti tenang dan mantapnya samudra dalam ………, laksana terang dan damainya cahaya fajar …….. terpancarlah ketulusan hati “ Mush’ab yang baik “ , dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya: “ Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu ? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu ! “. Tidak beberapa lama kemudian Usaid berujar: “ Sekarang saya insyaf “ , lalu ia menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan. Dan belum lagi Mush’ab selesai dari uraiannya Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: “Alangkah indah dan benarnya ucapan itu……….! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk agama ini ? “. Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush’ab: “ Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah “. Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammah itu utusan Allah ……
Hal besar lainnya dari Mush’ab bin Umair adalah apa yang dituturkan oleh Ibnu Saad: “ Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-‘Abdari dari bapaknya, ia berkata: “Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di perang uhud. Tatkala barisan kaum muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush’ab mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul “. Maka dipegangnya panji dengan tangan kirinya sambil membungkuk melinduginya. Musuhpun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk kearah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa rasul “. Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush’ab pun gugur dan bendera jatuh “.
Diceritikan dari Khabbah ibnul ‘Urat bahwa pada saat Rasulullah bersama para shahabatnya datang meninijau medan pertempuran uhud untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada dan sampailah ditempat dimana terbaringnya jasad Mush’ab: “Kami hijrah dijalan Allah bersama Rasulullah SAW dengan mengharap keridloan-Nya hingga pastilah sudah pahala desisis Allah. Diantara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikitpun juga. Diantaranya ialah Mush’ab bin Umair yang tewas diperang uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh diatas dikepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah SAW: “Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idzkir !”.
(Diambil dari buku “KARAKTERISTI K PERIHIDUP 60 SHAHABAT RASULLULLAH” karya KHALID MUHAMMAD KHALID setakan CV. DIPONEGORO BANDUNG)
Selanjutnya,...
Khunas binti Malik yakni ibunda Mush’ab, seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. Ia wanita yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush’ab menganut islam, tiada satu kekuatanpun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Makah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush’ab akan menganggapnya enteng.
Akhir pertemuan Mush’ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumapah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Muh’ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula. Ibunya berkata: ” Pergilah sesuka hatimu ! Aku bukan ibumu lagi ”. Maka Mush’ab pun menjawabnya: “ Wahai bunda ! Telah anakda sampaikan nasihat kepada bunda, dan anakda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu sakasikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya “. Maka dengan nada marah dijawab oleh ibunya: “ Demi bintang ! Sekali-kali aku takkan masuk kedalam Agamamu itu. Otakku bisa rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi”.
Bersabda Rasulullah: “ Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya “.
Suatu saat Muah’ab dipilih Rasulullah untuk melakukan suatu tugas maha penting saat itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasulullah ke Madinah untuk mengajarkan seluk-beluk agama kepada orang-orang anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah di Bukit ‘Aqabah. Di samping itu mengajak orang-orang lain untuk menganut agama Allah, serta mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebgai peristiwa besar.
Mush’ab memilkul amanat itu dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga berduyu-duyun masuk Islam.
Suatu hari ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba disergap Usaid bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush’ab dengan menyentakkan lembingnya. Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush’ab dan As’ad bin Zararah, bentaknya: “ Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami ? Tinggalkan segera tempar ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang ! “. Seperti tenang dan mantapnya samudra dalam ………, laksana terang dan damainya cahaya fajar …….. terpancarlah ketulusan hati “ Mush’ab yang baik “ , dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya: “ Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu ? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu ! “. Tidak beberapa lama kemudian Usaid berujar: “ Sekarang saya insyaf “ , lalu ia menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan. Dan belum lagi Mush’ab selesai dari uraiannya Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: “Alangkah indah dan benarnya ucapan itu……….! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk agama ini ? “. Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush’ab: “ Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah “. Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammah itu utusan Allah ……
Hal besar lainnya dari Mush’ab bin Umair adalah apa yang dituturkan oleh Ibnu Saad: “ Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-‘Abdari dari bapaknya, ia berkata: “Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di perang uhud. Tatkala barisan kaum muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush’ab mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul “. Maka dipegangnya panji dengan tangan kirinya sambil membungkuk melinduginya. Musuhpun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk kearah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa rasul “. Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush’ab pun gugur dan bendera jatuh “.
Diceritikan dari Khabbah ibnul ‘Urat bahwa pada saat Rasulullah bersama para shahabatnya datang meninijau medan pertempuran uhud untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada dan sampailah ditempat dimana terbaringnya jasad Mush’ab: “Kami hijrah dijalan Allah bersama Rasulullah SAW dengan mengharap keridloan-Nya hingga pastilah sudah pahala desisis Allah. Diantara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikitpun juga. Diantaranya ialah Mush’ab bin Umair yang tewas diperang uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh diatas dikepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah SAW: “Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idzkir !”.
(Diambil dari buku “KARAKTERISTI K PERIHIDUP 60 SHAHABAT RASULLULLAH” karya KHALID MUHAMMAD KHALID setakan CV. DIPONEGORO BANDUNG)
Selanjutnya,...
Sabtu, 22 November 2008
Kekuatan Yang tiada tara
Kekuatan yang tak akan terkalahkan, apakh itu? tntu semuanya tahu
hanyalah Allah SWT yang mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan, kekuatan maha Agung Dialah Rab semesta alam,. siapa yang berani kepadanya?
Selanjutnya,...
hanyalah Allah SWT yang mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan, kekuatan maha Agung Dialah Rab semesta alam,. siapa yang berani kepadanya?
Selanjutnya,...
Ketika kita akan...........
Ketika kita ingin membuat sesuatu maka,
kita harus dapat menunjukkan apa yang kita dapat dari sesuatu itu.
Selanjutnya,...
kita harus dapat menunjukkan apa yang kita dapat dari sesuatu itu.
Selanjutnya,...
Kebersamaan
indahnya kebersamaan bersama
Inilah Contoh Presiden Yang Sangat
Sederhana !
Presiden Iran saat ini : Mahmoud
Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh
TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap
pagi, apa yang anda katakan pada diri
anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di
cermin itu dan mengatakan
padanya:"Ingat, kau tak lebih dari
seorang pelayan, hari di depanmu penuh
dengan tanggung jawab yang berat,
yaitu melayani bangsa Iran ."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad,
yang membuat orang ternganga:
1. Saat pertama kali menduduki kantor
kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh
karpet Istana Iran yang sangat tinggi
nilainya itu kepada masjid2 di Teheran
dan menggantikannya dengan karpet
biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang
sangat besar untuk menerima dan
menghormati tamu VIP, lalu ia
memerintahkan untuk menutup ruang
tersebut dan menanyakan pada
protokoler untuk menggantinya dengan
ruangan biasa dengan 2 kursi kayu,
meski sederhana tetap terlihat
impresive.
3. Di banyak kesempatan ia
bercengkerama dengan petugas
kebersihan di sekitar rumah dan kantor
kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia
meminta menteri2 nya untuk datang
kepadanya dan menteri2 tsb akan
menerima sebuah dokumen yang
ditandatangani yang berisikan arahan2
darinya, arahan tersebut terutama
sekali menekankan para menteri2nya
untuk tetap hidup sederhana dan
disebutkan bahwa rekening pribadi
maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb
berakhir masa jabatannya dapat
meninggalkan kantornya dengan kepala
tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia
mengumumkan kekayaan dan propertinya
yang terdiri dari Peugeot 504 tahun
1977, sebuah rumah sederhana warisan
ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah
daerah kumuh di Teheran. Rekening
banknya bersaldo minimum, dan satu2nya
uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah
universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi,
Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang
presiden dari negara yang penting baik
secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan
pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya,
alasannya adalah bahwa semua
kesejahteraan adalah milik negara dan
ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf
kepresidenan adalah tas yg selalu
dibawa sang presiden tiap hari selalu
berisikan sarapan; roti isi atau roti
keju yang disiapkan istrinya dan
memakannya dengan gembira, ia juga
menghentikan kebiasaan menyediakan
makanan yang dikhususkan untuk
presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah
kebijakan Pesawat Terbang
Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi
pesawat kargo sehingga dapat menghemat
pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia
meminta terbang dengan pesawat terbang
biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan
menteri2 nya untuk mendapatkan info
tentang kegiatan dan efisiensi yang
sdh dilakukan, dan ia memotong
protokoler istana sehingga menteri2
nya dapat masuk langsung ke ruangannya
tanpa ada hambatan. Ia juga
menghentikan kebiasaan upacara2
seperti karpet merah, sesi foto, atau
publikasi pribadi, atau hal2 spt itu
saat mengunjungi berbagai tempat di
negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia
meminta diberikan kamar tanpa tempat
tidur yg tidak terlalu besar karena ia
tidak suka tidur di atas kasur, tetapi
lebih suka tidur di lantai beralaskan
karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan
posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu
rumahnya sesudah lepas dari
pengawal2nya yg selalu mengikuti
kemanapun ia pergi. Menurut koran
Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya
tersebut, kemudian dipulikasikan oleh
media masa di seluruh dunia, termasuk
amerika.
12. Sepanjang sholat, anda dapat
melihat bahwa ia tidak duduk di baris
paling muka
Mudah-mudahan di pemilu yang akan
datang kita akan memiliki Presiden
seperti itu...
Selanjutnya,...
Inilah Contoh Presiden Yang Sangat
Sederhana !
Presiden Iran saat ini : Mahmoud
Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh
TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap
pagi, apa yang anda katakan pada diri
anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di
cermin itu dan mengatakan
padanya:"Ingat, kau tak lebih dari
seorang pelayan, hari di depanmu penuh
dengan tanggung jawab yang berat,
yaitu melayani bangsa Iran ."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad,
yang membuat orang ternganga:
1. Saat pertama kali menduduki kantor
kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh
karpet Istana Iran yang sangat tinggi
nilainya itu kepada masjid2 di Teheran
dan menggantikannya dengan karpet
biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang
sangat besar untuk menerima dan
menghormati tamu VIP, lalu ia
memerintahkan untuk menutup ruang
tersebut dan menanyakan pada
protokoler untuk menggantinya dengan
ruangan biasa dengan 2 kursi kayu,
meski sederhana tetap terlihat
impresive.
3. Di banyak kesempatan ia
bercengkerama dengan petugas
kebersihan di sekitar rumah dan kantor
kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia
meminta menteri2 nya untuk datang
kepadanya dan menteri2 tsb akan
menerima sebuah dokumen yang
ditandatangani yang berisikan arahan2
darinya, arahan tersebut terutama
sekali menekankan para menteri2nya
untuk tetap hidup sederhana dan
disebutkan bahwa rekening pribadi
maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb
berakhir masa jabatannya dapat
meninggalkan kantornya dengan kepala
tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia
mengumumkan kekayaan dan propertinya
yang terdiri dari Peugeot 504 tahun
1977, sebuah rumah sederhana warisan
ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah
daerah kumuh di Teheran. Rekening
banknya bersaldo minimum, dan satu2nya
uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah
universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi,
Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang
presiden dari negara yang penting baik
secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan
pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya,
alasannya adalah bahwa semua
kesejahteraan adalah milik negara dan
ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf
kepresidenan adalah tas yg selalu
dibawa sang presiden tiap hari selalu
berisikan sarapan; roti isi atau roti
keju yang disiapkan istrinya dan
memakannya dengan gembira, ia juga
menghentikan kebiasaan menyediakan
makanan yang dikhususkan untuk
presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah
kebijakan Pesawat Terbang
Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi
pesawat kargo sehingga dapat menghemat
pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia
meminta terbang dengan pesawat terbang
biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan
menteri2 nya untuk mendapatkan info
tentang kegiatan dan efisiensi yang
sdh dilakukan, dan ia memotong
protokoler istana sehingga menteri2
nya dapat masuk langsung ke ruangannya
tanpa ada hambatan. Ia juga
menghentikan kebiasaan upacara2
seperti karpet merah, sesi foto, atau
publikasi pribadi, atau hal2 spt itu
saat mengunjungi berbagai tempat di
negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia
meminta diberikan kamar tanpa tempat
tidur yg tidak terlalu besar karena ia
tidak suka tidur di atas kasur, tetapi
lebih suka tidur di lantai beralaskan
karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan
posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu
rumahnya sesudah lepas dari
pengawal2nya yg selalu mengikuti
kemanapun ia pergi. Menurut koran
Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya
tersebut, kemudian dipulikasikan oleh
media masa di seluruh dunia, termasuk
amerika.
12. Sepanjang sholat, anda dapat
melihat bahwa ia tidak duduk di baris
paling muka
Mudah-mudahan di pemilu yang akan
datang kita akan memiliki Presiden
seperti itu...
Selanjutnya,...
Selasa, 18 November 2008
Sifat Ahli Iman
Beberapa sifat orang yang beriman yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut: 1. Apabila disebut Asma/Nama Allah maka bergetarlah hatinya (22:35, 8:2) (22:35) (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka
(8:2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman [594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [594] Maksudnya: orang yang sempurna imannya. [595] Dimaksud dengan disebut Allah itu ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya. 2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, bertambahlah imannya (8:2, 17:107, 28:53). (17:107) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (28:53) Dan apabila dibacakan (Al Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). 3. Kepada Rabb, mereka bertawakal semata-mata (9:51, 3:159, 3:160, 42:36). (9:51) Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (3:159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya. (3:160) Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal. (42:36) Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah keni'matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. 4. Menafkahkan/menginfaqkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah kepadanya (8:3 - 4). (8:3) (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (8:4) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni'mat) yang mulia. 5. Beriman kepada Allah dan RasulNya dengan sempurna (24:62, 4:152) (24:62) Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu'min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:152) Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 6. Berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka - fisabilillah (49:15) (49:15) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. 7. Beriman kepada rukan iman yang enam tanpa ragu sedikitpun. Mudah-mudahan dengan mengenal Sifat-Sifat Ahli Iman ini kita dapat menambah pengenalan kita terhadap Allah dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, amiin.
Selanjutnya,...
(8:2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman [594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [594] Maksudnya: orang yang sempurna imannya. [595] Dimaksud dengan disebut Allah itu ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya. 2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, bertambahlah imannya (8:2, 17:107, 28:53). (17:107) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (28:53) Dan apabila dibacakan (Al Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). 3. Kepada Rabb, mereka bertawakal semata-mata (9:51, 3:159, 3:160, 42:36). (9:51) Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (3:159) Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya. (3:160) Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal. (42:36) Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah keni'matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. 4. Menafkahkan/menginfaqkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah kepadanya (8:3 - 4). (8:3) (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (8:4) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni'mat) yang mulia. 5. Beriman kepada Allah dan RasulNya dengan sempurna (24:62, 4:152) (24:62) Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu'min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4:152) Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 6. Berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka - fisabilillah (49:15) (49:15) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. 7. Beriman kepada rukan iman yang enam tanpa ragu sedikitpun. Mudah-mudahan dengan mengenal Sifat-Sifat Ahli Iman ini kita dapat menambah pengenalan kita terhadap Allah dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, amiin.
Selanjutnya,...
Isra Mi'raj
Kisah Isra’ Mi’raj
Perjalanan isra' dimulai dari masjid Al Haram di kota Makkah ialah karena kota Makkah pada waktu itu adalah pusat segala macam bentuk kejahatan, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan dan kekufuran. Sehingga kota Makkah dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang rusak, berantakan dan kacau balau.
Perjalanan isra' berakhir di masjid Al Aqsha ialah karena masjid tersebut dinyatakan oleh Allah swt.
dalam surat Al Isra' ayat 1 sebagai tempat yang telah diberkahi sekelilingnya, sehingga masjid Al Aqsha dapat diibaratkan sebagai rumah tangga, atau wilayah,atau negara yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur lahir dan batin, material dan spiritual. Singgah di Madinah, karena kota Madinah adalah tempat hijrah dari Nabi Muhammad saw.
Singgah di Madyan, karena kota Madyan adalah tempat hijrah dari Nabi Musa as. sewaktu akan dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir. Di Madyan ini nabi Musa as. diambil menantu oleh nabi Syu'aib as. Dan setelah nabi Musa as . kaya raya dan merasakan kenikmatan hidup, beliau diperintah oleh Allah swt. pergi ke Mesir untuk berjuang dan membebaskan bangsa Yahudi dari kemiskinan dan penindasan raja Fir'aun dengan meninggalkan kesenangan dan kenikmatan hidup yang beliau rasakan.
Singgah di gunung Sinai, karena di gunung Sinai inilah Nabi Musa as. menerima wahyu dari Allah swt. Gunung adalah tempat yang tinggi, sedang wahyu adalah ilmu. Sehingga gunung Sinai adalah lambang dari ketinggian ilmu pengetahuan. Singgah di Bethlehem, karena kota Bethlehem adalah tempat kelahiran nabi Isa as. Nabi Isa as. adalah seorang nabi yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Sehingga Bethlehem dapat digambarkan sebagai lambang dari keberanian berkorban.
Shalat yang setiap kali dilakukan di tempat-tempat persinggahan, karena shalat itu pada hakekatnya adalah menghadap kepada Allah swt. untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita sekalian, bahwa untuk memperbaiki rumah tangga, atau wilayah atau negara yang kacau balau dan penuh dengan berbagai macam penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan, penindasan dan lain sebaginya yang digambarkan sebagai kota Makkah menjadi rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang aman, tenteram, penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran, haruslah dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut:
Tahap Madinah, artinya semua anggota rumah tangga atau seluruh penduduk sesuatu wilayah atau negara harus mau berhijrah yang berarti meninggalkan kemusyrikan, kekufuran, kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam bentuk perbuatan dan sikap yang negatif.
Tahap Madyan, artinya jika semua penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara sudah mau melakukan hijran, meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt. dan sudah mau bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, maka setiap orang yang menjadi pemimpin rumah tangga, atau wilayah, atau negara tersebut jangan sampai bersenang-senang, bernikmat-nikmat dan bermewah-mewah dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal, selagi orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya masih ada yang hidup dalam keadaan melarat, apalagi hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau memperoleh kemenangan demi kemenangan dalam peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan banyak memperoleh rampasan perang. Jika mau tentu beliau dapat memperkaya diri, sebab beliau memegang jabatan rangkap, yaitu sebagai Rasul Allah, Kepala negara dan Panglima Perang. Akan tetapi catatan sejarah menunjukkan bahwa rumah beliau hanya sebesar ruangan yang sekarang dijadikan makam beliau di masjid Nabawi di Madinah; pakaian beliau sangat sederhana; dan menurut hadits yang diriwayatkan dari isteri beliau Siti 'Aisyah ra., beliau tidak pernah kenyang selama dua hari berturut-turut. Harta kekayaan beliau lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan rakyatnya dari pada dipergunakan untuk kepentingan keluarga beliau sendiri.
Tahap gunung Sinai, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna, setiap penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketinggian ilmu pengetahuan. Sebab dengan pengetahuan yang tinggi, terutama ilmu agama, seseorang akan menjadi mudah untuk menyelesaikan setiap problem atau masalah yang dihadapi dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari.
Tahap Bethlehem, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sejati, diperlukan keberanian untuk berkorban, baik harta, tenaga, bahkan jiwa sekalipun; terutama korban perasaan atau korban sentimen. Sebab di mana-mana sekarang ini dapat kita saksikan banyak orang yang telah mengakui dan menyadari akan kebenaran dari ajaran agama Islam. Namun karena mereka harus mempertahankan gengsi dan tidak berani mengorbankan perasaan dan sentimen, mereka tetap berpegang teguh pada ajaran agama yang hati kecil mereka sebenarnya telah menyatakan kebatalannya.
Shalat dua raka'at yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. atas anjuran malaikat Jibril di tempat-tempat persinggahan, adalah memberikan pelajaran kepada kita sekalian bahwa pada saat kita sedang menekuni pekerjaan dalam rangka mencapai cita-cita yang menjadi tujuan hidup kita, kita akan menyadari bahwa kemampuan kita sebagai manusia adala sangat terbatas, jauh berkurang dibandingkan dengan cita-cita kita.
Untuk itu secara mutlak kita memerlukan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Petunjuk, bimbingan dan pertolongan tersebut harus kita minta. Untuk meminta petunjuk, bimbingan dan pertolongan kepada Allah swt. kita harus menghadap (sowan = sebo Jw.) dengan cara yang telah ditetapkan dan yang telah direstui oleh Allah swt.sendiri, yaitu shalat menurut ajaran agama Islam. Jadi pada saat kita sangat sibuk menjalankan tugas-tugas yang amat penting sebagaimana kesibukan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. pada saat memenuhi panggilan dari Allah swt. untuk menjemput kewajiban shalat, maka kita harus lebih aktif menunaikan shalat, menghadap ke haribaan-Nya. Bukan sebaliknya, pada saat kita sedang sibuk bekerja, kita menunda-nunda, bahkan melalaikan shalat kita.
Pada saat Nabi Muhammad saw. sampai di masjid Al Aqsha, sebelum masuk ke dalam masjid, buraq yang beliau naiki ditambatkan lebih dahulu, meskipun pada hakekatnya buraq tersebut tidak akan lari atau hilang. Dan andaikata lari atau hilang, pasti malaikat Jibril akan mengembalikannya kepada beliau. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dalam melaksanakan tugas hidup dan kehidupan sehari-hari, kita wajib menta'ati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh hukum syariat agama Islam. Kita dilarang untuk berpe-gangan kepada hakekat tanpa mau mentaati syariat.
Setelah Nabi Muhammad saw. melakukan shalat berjama'ah di masjid Al Aqsha, sebelum naik ke dalam kendaraan interplanet yang akan mengantarkan beliau ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt., beliau disodori tiga macam minuman oleh malaikat Jibril, yaitu: arak, air dan puan (susu). Kemudian beliau memilih susu, yang kemudian pilihan beliau tersebut dibenarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa untuk menjaga stabilitas ketenangan dan ketenteraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang hakiki, seseorang dituntut oleh agama Islam agar selalu menjaga dirinya dengan makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh, sebagaimana susu yang halal menurut ajaran agama Islam dan bagus menurut ahli kesehatan karena padat gizi. Berbeda halnya dengan arak yang telah dinyatakan haram oleh ajaran agama Islam dan merusak kesehatan menurut para ahli dalam bidang kesehatan. Dan berbeda pula dengan air, meskipun air tawar tersebut halal menurut ajaran syari'at Islam, namun tidak mengandung gizi yang sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh manusia. Makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh adalah syarat utama bagi do'a untuk dikabulkan oleh Allah swt. Disamping itu, susu tersebut adalah ibarat dari agama Islam, yang cocok untuk segala umur dan cocok bagi segala macam bangsa di seluruh dunia.
Selanjutnya,...
Perjalanan isra' dimulai dari masjid Al Haram di kota Makkah ialah karena kota Makkah pada waktu itu adalah pusat segala macam bentuk kejahatan, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan dan kekufuran. Sehingga kota Makkah dapat diibaratkan sebagai lambang rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang rusak, berantakan dan kacau balau.
Perjalanan isra' berakhir di masjid Al Aqsha ialah karena masjid tersebut dinyatakan oleh Allah swt.
dalam surat Al Isra' ayat 1 sebagai tempat yang telah diberkahi sekelilingnya, sehingga masjid Al Aqsha dapat diibaratkan sebagai rumah tangga, atau wilayah,atau negara yang aman, tenteram, damai, adil dan makmur lahir dan batin, material dan spiritual. Singgah di Madinah, karena kota Madinah adalah tempat hijrah dari Nabi Muhammad saw.
Singgah di Madyan, karena kota Madyan adalah tempat hijrah dari Nabi Musa as. sewaktu akan dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir. Di Madyan ini nabi Musa as. diambil menantu oleh nabi Syu'aib as. Dan setelah nabi Musa as . kaya raya dan merasakan kenikmatan hidup, beliau diperintah oleh Allah swt. pergi ke Mesir untuk berjuang dan membebaskan bangsa Yahudi dari kemiskinan dan penindasan raja Fir'aun dengan meninggalkan kesenangan dan kenikmatan hidup yang beliau rasakan.
Singgah di gunung Sinai, karena di gunung Sinai inilah Nabi Musa as. menerima wahyu dari Allah swt. Gunung adalah tempat yang tinggi, sedang wahyu adalah ilmu. Sehingga gunung Sinai adalah lambang dari ketinggian ilmu pengetahuan. Singgah di Bethlehem, karena kota Bethlehem adalah tempat kelahiran nabi Isa as. Nabi Isa as. adalah seorang nabi yang hidupnya penuh dengan pengorbanan. Sehingga Bethlehem dapat digambarkan sebagai lambang dari keberanian berkorban.
Shalat yang setiap kali dilakukan di tempat-tempat persinggahan, karena shalat itu pada hakekatnya adalah menghadap kepada Allah swt. untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita sekalian, bahwa untuk memperbaiki rumah tangga, atau wilayah atau negara yang kacau balau dan penuh dengan berbagai macam penderitaan, kesengsaraan, kemiskinan, penindasan dan lain sebaginya yang digambarkan sebagai kota Makkah menjadi rumah tangga, atau wilayah, atau negara yang aman, tenteram, penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kemakmuran, haruslah dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut:
Tahap Madinah, artinya semua anggota rumah tangga atau seluruh penduduk sesuatu wilayah atau negara harus mau berhijrah yang berarti meninggalkan kemusyrikan, kekufuran, kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam bentuk perbuatan dan sikap yang negatif.
Tahap Madyan, artinya jika semua penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara sudah mau melakukan hijran, meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt. dan sudah mau bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, maka setiap orang yang menjadi pemimpin rumah tangga, atau wilayah, atau negara tersebut jangan sampai bersenang-senang, bernikmat-nikmat dan bermewah-mewah dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal, selagi orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya masih ada yang hidup dalam keadaan melarat, apalagi hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau memperoleh kemenangan demi kemenangan dalam peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik dan banyak memperoleh rampasan perang. Jika mau tentu beliau dapat memperkaya diri, sebab beliau memegang jabatan rangkap, yaitu sebagai Rasul Allah, Kepala negara dan Panglima Perang. Akan tetapi catatan sejarah menunjukkan bahwa rumah beliau hanya sebesar ruangan yang sekarang dijadikan makam beliau di masjid Nabawi di Madinah; pakaian beliau sangat sederhana; dan menurut hadits yang diriwayatkan dari isteri beliau Siti 'Aisyah ra., beliau tidak pernah kenyang selama dua hari berturut-turut. Harta kekayaan beliau lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan rakyatnya dari pada dipergunakan untuk kepentingan keluarga beliau sendiri.
Tahap gunung Sinai, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna, setiap penghuni rumah tangga, atau wilayah, atau negara harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketinggian ilmu pengetahuan. Sebab dengan pengetahuan yang tinggi, terutama ilmu agama, seseorang akan menjadi mudah untuk menyelesaikan setiap problem atau masalah yang dihadapi dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari.
Tahap Bethlehem, artinya ialah bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sejati, diperlukan keberanian untuk berkorban, baik harta, tenaga, bahkan jiwa sekalipun; terutama korban perasaan atau korban sentimen. Sebab di mana-mana sekarang ini dapat kita saksikan banyak orang yang telah mengakui dan menyadari akan kebenaran dari ajaran agama Islam. Namun karena mereka harus mempertahankan gengsi dan tidak berani mengorbankan perasaan dan sentimen, mereka tetap berpegang teguh pada ajaran agama yang hati kecil mereka sebenarnya telah menyatakan kebatalannya.
Shalat dua raka'at yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. atas anjuran malaikat Jibril di tempat-tempat persinggahan, adalah memberikan pelajaran kepada kita sekalian bahwa pada saat kita sedang menekuni pekerjaan dalam rangka mencapai cita-cita yang menjadi tujuan hidup kita, kita akan menyadari bahwa kemampuan kita sebagai manusia adala sangat terbatas, jauh berkurang dibandingkan dengan cita-cita kita.
Untuk itu secara mutlak kita memerlukan petunjuk, bimbingan dan pertolongan dari Allah swt. Petunjuk, bimbingan dan pertolongan tersebut harus kita minta. Untuk meminta petunjuk, bimbingan dan pertolongan kepada Allah swt. kita harus menghadap (sowan = sebo Jw.) dengan cara yang telah ditetapkan dan yang telah direstui oleh Allah swt.sendiri, yaitu shalat menurut ajaran agama Islam. Jadi pada saat kita sangat sibuk menjalankan tugas-tugas yang amat penting sebagaimana kesibukan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. pada saat memenuhi panggilan dari Allah swt. untuk menjemput kewajiban shalat, maka kita harus lebih aktif menunaikan shalat, menghadap ke haribaan-Nya. Bukan sebaliknya, pada saat kita sedang sibuk bekerja, kita menunda-nunda, bahkan melalaikan shalat kita.
Pada saat Nabi Muhammad saw. sampai di masjid Al Aqsha, sebelum masuk ke dalam masjid, buraq yang beliau naiki ditambatkan lebih dahulu, meskipun pada hakekatnya buraq tersebut tidak akan lari atau hilang. Dan andaikata lari atau hilang, pasti malaikat Jibril akan mengembalikannya kepada beliau. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dalam melaksanakan tugas hidup dan kehidupan sehari-hari, kita wajib menta'ati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh hukum syariat agama Islam. Kita dilarang untuk berpe-gangan kepada hakekat tanpa mau mentaati syariat.
Setelah Nabi Muhammad saw. melakukan shalat berjama'ah di masjid Al Aqsha, sebelum naik ke dalam kendaraan interplanet yang akan mengantarkan beliau ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt., beliau disodori tiga macam minuman oleh malaikat Jibril, yaitu: arak, air dan puan (susu). Kemudian beliau memilih susu, yang kemudian pilihan beliau tersebut dibenarkan oleh malaikat Jibril. Hal ini memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa untuk menjaga stabilitas ketenangan dan ketenteraman jiwa yang menjadi faktor penentu bagi kebahagiaan hidup yang hakiki, seseorang dituntut oleh agama Islam agar selalu menjaga dirinya dengan makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh, sebagaimana susu yang halal menurut ajaran agama Islam dan bagus menurut ahli kesehatan karena padat gizi. Berbeda halnya dengan arak yang telah dinyatakan haram oleh ajaran agama Islam dan merusak kesehatan menurut para ahli dalam bidang kesehatan. Dan berbeda pula dengan air, meskipun air tawar tersebut halal menurut ajaran syari'at Islam, namun tidak mengandung gizi yang sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh manusia. Makanan dan minuman yang halal dan bagus bagi kesehatan tubuh adalah syarat utama bagi do'a untuk dikabulkan oleh Allah swt. Disamping itu, susu tersebut adalah ibarat dari agama Islam, yang cocok untuk segala umur dan cocok bagi segala macam bangsa di seluruh dunia.
Selanjutnya,...
Kemana memburu Bahagia?
Suatu ketika Imam Hasan Al Bashri ditanya seorang pemuda, “Kenapa orang yang gemar melakukan tahajud wajahnya enak dipandang?” Ia mengatakan, “Bagaimana tidak, mereka telah berkhalwat dengan Yang Maha Pengasih kemudian Allah Yang Maha Pengasih itu pasti memberikan cahaya-Nya kepada orang itu…”
Dzikir dan semua amal shalih memang erat kaitannya dengan ketenangan bathin.
Dan ketenangan bathin itu erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Lihatlah betapa ketenangan yang dirasakan Abu Bakar bin Ayash, salah seorang tokoh di zaman Tabi’in. Menjelang kematiannya, ia berkata pada anaknya, “Apakah engkau mengira Allah akan menyia-nyiakan ayahmu yang selama empat puluh tahun sudah mengkhatamkan al Qur`an hampir setiap beberapa malam?”
Sementara, Adam bin Iyas, tokoh Tabi’in yang lain ketika akan meninggal mengatakan, “Dengan cintaku pada-Mu. Engkau pasti menemaniku saat ketakutan. Laa ilaaha illa Llah….” Kemudiania menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Begitulah. Ketenangan hati telah mereka miliki. Dan itulah tanda kehidupan mereka bahagia. Kebahagiaan hidup selamanya tak pernah dapat diperoleh di luar diri, melalui materi, melalui jabatan, melalu pekerjaan, melalui harta, melalui apapun. Karena obsesi hidup apapun tak pernah memberikan kepuasan jiwa. Keinginan jiwa, selalu bertambah setiap kali dipenuhi. Itu Aksioma hidup. Apalagi, semua tahu bila perjalanan hidup selalu dipenuhi dengan ragam masalah dan problematika yang banyak tidak sejalan dengan keinginan. Lalu di mana kebahagiaan?
Kebahagiaan dan kesenangan melalui keduniaan adalah mustahil. Kebahagiaan hidup hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang hatinya tentram. Dan ketentraman hati itu erat hubunganya dengan kuat tidaknya hati seseorang dengan Yang Maha Kuasa. Ketentraman itu akan dating dengan kedekatan pada amal amal ukhrawi yang mendekatkan orang pada Allah SWT. Sejauh mana kedekatan seseorang pada Allah SWT, sejauh itu pula kebahagiaan yang akan ia peroleh. Buktikan sendiri. (eramuslim)
Selanjutnya,...
Dzikir dan semua amal shalih memang erat kaitannya dengan ketenangan bathin.
Dan ketenangan bathin itu erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Lihatlah betapa ketenangan yang dirasakan Abu Bakar bin Ayash, salah seorang tokoh di zaman Tabi’in. Menjelang kematiannya, ia berkata pada anaknya, “Apakah engkau mengira Allah akan menyia-nyiakan ayahmu yang selama empat puluh tahun sudah mengkhatamkan al Qur`an hampir setiap beberapa malam?”
Sementara, Adam bin Iyas, tokoh Tabi’in yang lain ketika akan meninggal mengatakan, “Dengan cintaku pada-Mu. Engkau pasti menemaniku saat ketakutan. Laa ilaaha illa Llah….” Kemudiania menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Begitulah. Ketenangan hati telah mereka miliki. Dan itulah tanda kehidupan mereka bahagia. Kebahagiaan hidup selamanya tak pernah dapat diperoleh di luar diri, melalui materi, melalui jabatan, melalu pekerjaan, melalui harta, melalui apapun. Karena obsesi hidup apapun tak pernah memberikan kepuasan jiwa. Keinginan jiwa, selalu bertambah setiap kali dipenuhi. Itu Aksioma hidup. Apalagi, semua tahu bila perjalanan hidup selalu dipenuhi dengan ragam masalah dan problematika yang banyak tidak sejalan dengan keinginan. Lalu di mana kebahagiaan?
Kebahagiaan dan kesenangan melalui keduniaan adalah mustahil. Kebahagiaan hidup hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang hatinya tentram. Dan ketentraman hati itu erat hubunganya dengan kuat tidaknya hati seseorang dengan Yang Maha Kuasa. Ketentraman itu akan dating dengan kedekatan pada amal amal ukhrawi yang mendekatkan orang pada Allah SWT. Sejauh mana kedekatan seseorang pada Allah SWT, sejauh itu pula kebahagiaan yang akan ia peroleh. Buktikan sendiri. (eramuslim)
Selanjutnya,...
Rabu, 05 November 2008
siapa?
hari ini, kemaren
aku seperti tidak menjadi diriku sendiri
serasa aku adalah orang lain yang tidak tau arah
kemana hendak melangkah, kemana hendak berlari
menuju apa, aku kemana,
aku tak sadar apa setiap tindak yang aku perbuat,
setiap kata aku tak tahu apa yang aku ucap
setiap saat.
hanya sadar bahwa aku ini terombang-ambing dalam kegetiran
karena sesuatu yang aku pun tak bisa membayangkan
entah itu petaka, ataupun suatu kenikmatan
aku pun tak sadar sama sekali bahwa aku adalah manusia yang hidup dibumi
aku merasa aku adalah sesosok roh yang kembali kedunia
karena sebuah penantian
karena sebuah janji
atau,
karena penderitaan?
Selanjutnya,...
aku seperti tidak menjadi diriku sendiri
serasa aku adalah orang lain yang tidak tau arah
kemana hendak melangkah, kemana hendak berlari
menuju apa, aku kemana,
aku tak sadar apa setiap tindak yang aku perbuat,
setiap kata aku tak tahu apa yang aku ucap
setiap saat.
hanya sadar bahwa aku ini terombang-ambing dalam kegetiran
karena sesuatu yang aku pun tak bisa membayangkan
entah itu petaka, ataupun suatu kenikmatan
aku pun tak sadar sama sekali bahwa aku adalah manusia yang hidup dibumi
aku merasa aku adalah sesosok roh yang kembali kedunia
karena sebuah penantian
karena sebuah janji
atau,
karena penderitaan?
Selanjutnya,...
Selasa, 04 November 2008
KEHILANGAN
(jepara awal di pagi yang mendung)
waktu seakan merangkak pelan, seperti bayi belajar berjalan,
begitu lambat hingga akupun terdiam, terpaku, terpana pada kehilangan.
<
ya kehilangan, kehilangan oleh karena kepergian,
kepergian oleh kerana tidak konsistensinya waktu pada caranya melangkah,
kadang seakan diam, berjalan atau kadang berlari,
ya, berlari hingga aku sulit untuk mengejarnya, mengejar waktu.
meski kepergian sering membuat kita kehilangan, merasa kesepian
tapi terkadang kepergian dapat membuat kita senang, bahagia
aneh, tapi ini nyata.
kehilangan ayah,ibu, adik, saudara, sahabat,teman, guru,
betapa sedihnya kita, betapa kesepiannya kita,
kehilangan oleh karena kepergian.
lalu, betapa menggembirakan sebuah kehilangan akan kepergian seseorang
seorang penjahat, seorang perampok, seorang teroris,pejabat,
pejabat?
ya, pejabat yang baik(jika diluar) namun adalah sesosok Koruptor.
semua itu hanya karena konsistensi dari sang waktu
apakah ia akan mengambil ayah, ibu, saudara kita , sahabat kita
juga penjahat, perampok, koruptor
cepat, lambat atau malah sangat lambat semua hanyalah bagaimana cara waktu melangkah.
Selanjutnya,...
waktu seakan merangkak pelan, seperti bayi belajar berjalan,
begitu lambat hingga akupun terdiam, terpaku, terpana pada kehilangan.
<
ya kehilangan, kehilangan oleh karena kepergian,
kepergian oleh kerana tidak konsistensinya waktu pada caranya melangkah,
kadang seakan diam, berjalan atau kadang berlari,
ya, berlari hingga aku sulit untuk mengejarnya, mengejar waktu.
meski kepergian sering membuat kita kehilangan, merasa kesepian
tapi terkadang kepergian dapat membuat kita senang, bahagia
aneh, tapi ini nyata.
kehilangan ayah,ibu, adik, saudara, sahabat,teman, guru,
betapa sedihnya kita, betapa kesepiannya kita,
kehilangan oleh karena kepergian.
lalu, betapa menggembirakan sebuah kehilangan akan kepergian seseorang
seorang penjahat, seorang perampok, seorang teroris,pejabat,
pejabat?
ya, pejabat yang baik(jika diluar) namun adalah sesosok Koruptor.
semua itu hanya karena konsistensi dari sang waktu
apakah ia akan mengambil ayah, ibu, saudara kita , sahabat kita
juga penjahat, perampok, koruptor
cepat, lambat atau malah sangat lambat semua hanyalah bagaimana cara waktu melangkah.
Selanjutnya,...
Langganan:
Komentar (Atom)
